- See more at: http://blog-rangga.blogspot.com/2013/02/cara-memasang-readmore-otomatis-dengan.html#sthash.vfRRFNWM.dpuf

Selasa, 26 Oktober 2010

aku, kau dan flamboyan


Birunya langit buram oleh awan kelabu,
Setetes sisa embun jatuh dari celah dedaunan flamboyan
menerpa wajah yang terisak tangis sendiri saja
bayangmu berlalu buatku terpaku
tapi kutak mau larut dalam duka terlalu dalam.

...Biarlah flamboyan merah saga tahu segala arti dan cerita
tentang aku dan kau...

Merah Cinta

Disudut sana ada yang sedang jatuh cinta
Lihatlah matanya yang berbinar terang
Juga bibirnya yang berhias senyuman
Sekali kali matanya berkejap manja
Merona pipi merah delima

Lihatlah dia yang sedang jatuh cinta
Tangannya nakal permainkan pena
Lukiskan mentari dan sinarnya
Cerahkan petang dengan saganya
Lihatlah dia yang sedang jatuh cinta
Senyumnya semburatkan rona kaki langit
Baurkan sepercik nada rindu
Ceracau menceracau dinginnya angin surga
Dan setiap saat
Dijalannya hanya ada merah
Merahnya Cinta

L E A

Here's to the few who fared - my love
Only for you - I cared - my love
I've given it hope, and I know it's only you
Encased in silence
Here's to the you who saved - my love
Only to you - I gave - my love
I've given it thought, and it's not all that appears

Lea, how long will you still want me to want you
In and around you
Lea, my concertina
Will you still want me to want you


Here's to the you - who dared - my love
Only with you - I shared - my love
I've given it thought, and it's not all that appears


Who cares - what the cynics say
I care - if only you're on your way
Lea - don't let the same be true
Lea - do you still want me to want you

Biarkan hatiku kosong




Aku memang mencintaimu
Sedikitpun perasaan ini tak mau beranjak dari hatiku
Sebab hati ternyata teramat tipis
Untuk menangkah setiap detaknya yang semakin cepat
Entah oleh apa yang aku sebut rasa
Bukannya aku tak mengupayakan cara untuk mengusirmu
Tapi tetap saja, cinta ini menggenggam kuat ruang kosong di hatiku

Aku tak tahu lagi cara
Agar kau mau sedikit bergeser
Memberiku sedikit celah
Agar hatiku sedikit lapang
Aku juga ingin memberi ruang buat yang lain

Ayolah jangan serakah
Hatiku ini tidak berharga
Berbagilah ruang hatiku dengan yang lain
Toh, kau juga tak menginginkannya
Biarkan hatiku mencari pemiliknya
Agar rusukku kembali menemukan tuannya

laki laki diujung senja


Laki laki itu datang diujung senja
berdiri menghadapku
meremas jemariku
aku tertegun
merasakan otot tubuhku mengejang
merasakan pesona indah matanya
membiarkan perasaanku menguap
menjelma menjadi kidung cinta

tadi malam,
laki laki itu memandangiku seperti seorang pencuri
tapi ketika dia berlalu,
aku tidak merasa kehilangan sedikitpun
justru sebaliknya,
dia meninggalkan wangi mawar semerbak
dia bukan pencuri, kataku
dia adalah mempelai yang mengunjungi bilik hatiku

tersesat dijalanmu


masuk ke dalam kehidupanmu, sama seperti aku memasuki sebuah pintu.
pintu menuju dunia asing.
dunia yang sama sekali berbeda dengan duniaku.
dan ketika aku memutar kunci untuk membukanya
aku ingin merasukinya
aku ingin tersesat didalamnya
agar aku tak dapat kembali pulang
agar hanya dijalanmu kuberjalan

secangkir kopi,suatu sore


suatu sore bersamamu dengan secangkir kopi
hening tak bersuara
menatap manja pada langit yang kian memerah
pamerkan keindahan warna merah saga

suatu sore bersamamu dengan secangkir kopi
tak perlu ada suara
hanya detak hati kita
tegukan kopi terasa pahit dibibir
tapi kedatanganmu sore itu
duduk disampingku
merangkul mesra bahuku
meski dalam diam
cukup ku tahu
bahwa aku dirindu

senyum yang sesaat

Senyum itu hanya kunikmati sesaat
Meski kutangkap tapi tak sempat kuabadikan
Senyum dibibir penuh luka
Karena duka yang serakah
Merenggut bahagia tanpa rasa iba

Senyum itu hanya sekejap
Tersungging lalu hilang
Terkulum bulat bulat
Oleh duka yang terpahat

Senyum itu hanya hadir sesaat
Terlukis diwajah merah darah
Lalu hadir tangisan
Aku meringis
Menggenggam rindu
Dalam dada yang tertikam pilu

Kamis, 08 Juli 2010

AkU daN DiRiKu


Aku wanita
Yang berdiri di ujung waktu
Menunggu senja yang tak kunjung datang
Biar ku jelang malam
Berharap ada kau disana
Menjemputku diujung penantianku

Aku udara malam
Dingin Membeku menantikan bulan
Aku yang merindu
Mengharapkan bulan melirik padaku

Aku lah hujan
Yang tercurah tiada henti
Ibarat seorang kekasih
Yang terus menanti
Kidung cinta yang datang

Akulah wanita itu
Yang berdiri menantimu tanpa rasa malu
Akulah kebekuan itu
Yang menantikan kehangatan darimu
Akulah hujan itu
Yang kan datang menagih rindumu
Aku adalah diriku
Bukan siapa siapa
Bukan apa apa

KeTIkA


ketika aku tak mampu lagi berdiri
aku diam,
aku hening.
lalu kubiarkan kau angin..
berkelana
menderu perlahan hambar
pergi tanpa meninggalkan belaian

aku tak mampu beranjak..

kubiarkan kau pergi,
menunggu angin berikutnya
membawaku kebahagiaan baru.
yang tak mudah tercerabut
yang tak mudah menepi.
yang selalu memberi rasa.

sejenak kata angin,
aku diam dalam suara..
mencari alurmu dalam sunyi.
dan tak ingin menepi.